Freyera's Blog

Car worl'du

  • Karenda

    January 2021
    M T W T F S S
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • bolang(bocah ilang)

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

  • Nissan Qashqai

  • baphomet

Belajar Efektif Mengejar Prestasi

Posted by freyera on May 25, 2010

PENGARUH MOTIVASI DAN DISIPLIN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT PROGRAM PRODUKTIF SISWA

Belajar efektif sangatlah diperlukan untuk mendapatkan nillai yang terbaik, dengan kita menjalankan belajar efektif maka kita dapat merasakan bahwa belajar sebenarnya itu menyenangkan tidak membosankan. Belajar efektif berarti kita memanfaatkan segala waktu yang ada untuk belajar, menata waktu sedemikian rupa agar bias agar bisa se efektif mungkin dalam belajar.

Langkah-langkah belajar efektif adalah mengetahui

  • diri sendiri
  • kemampuan belajar anda
  • proces yang berhasil anda gunakan, dan dibutuhkan
  • minat, dan pengetahuan atas mata pelajaran anda inginkan

Dalam belajar efektif juga ada langkah-langkah lain yang dapat kita kerjakan, antara lain sebagai berikut:

  • Bertanggung jawab atas dirimu sendiri.
    Tanggung jawab merupakan tolok ukur sederhana di mana kamu sudah mulai berusaha menentukan sendiri prioritas, waktu dan sumber-sumber terpercaya dalam mencapai kesuksesan belajar.
  • Pusatkan dirimu terhadap nilai dan prinsip yang kamu percaya.
    Tentukan sendiri mana yang penting bagi dirimu.  Jangan biarkan teman atau orang lain mendikte kamu apa yang penting.
  • Kerjakan dulu mana yang penting.
    Kerjakanlah dulu prioritas-prioritas yang telah kamu tentukan sendiri.  Jangan biarkan orang lain atau hal lain memecahkan perhatianmu dari tujuanmu.
  • Anggap dirimu berada dalam situasi “co-opetition” (bukan situasi “win-win” lagi).
    “Co-opetition” merupakan gabungan dari kata “cooperation” (kerja sama) dan “competition” (persaingan).  Jadi, selain sebagai teman yang membantu dalam belajar bersama dan banyak memberikan masukkan/ide baru dalam mengerjakan tugas, anggaplah dia sebagai sainganmu juga dalam kelas.  Dengan begini, kamu akan selalu terpacu untuk melakukan yang terbaik (do your best) di dalam kelas.
  • Pahami orang lain, maka mereka akan memahamimu.
    Ketika kamu ingin membicarakan suatu masalah akademis dengan guru/dosenmu, misalnya mempertanyakan nilai matematika atau meminta dispensasi tambahan waktu untuk mengumpulkan tugas, tempatkan dirimu sebagai guru/dosen tersebut.  Nah, sekarang coba tanyakan pada dirimu, kira-kira argumen apa yang paling pas untuk diberikan ketika berada dalam posisi guru/dosen tersebut.
  • Cari solusi yang lebih baik.
    Bila kamu tidak mengerti bahan yang diajarkan pada hari ini, jangan hanya membaca ulang bahan tersebut.  Coba cara lainnya.  Misalnya, diskusikan bahan tersebut dengan guru/dosen pengajar, teman, kelompok belajar atau dengan pembimbing akademismu.   Mereka akan membantumu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik.
  • Tantang dirimu sendiri secara berkesinambungan.
    Dengan cara ini, belajar akan terasa mengasyikkan, dan mungkin kamu mendapatkan ide-ide yang cemerlang.

Refrensi: http://www.studygs.net/indon/attmot4.htm

Belajar dari buaian hingga liang lahat atau tuntutlah ilmu sampai negeri Cina, petuah untuk rajin belajar yang sering kita dengar dari orangtua dan para guru kita. Dan ternyata, proses belajar pun tidak hanya di institusi yang biasa kita sebut sekolah atau kampus, tetapi bisa dimana saja dan kapan saja. Sehingga untuk menjadi sukses, belajar secara berkesinambungan menjadi suatu keniscayaan.

Meskipun sudah banyak waktu yang kita gunakan untuk aktifitas belajar, terkadang kita tidak tahu cara yang efektif untuk melakukan aktifitas yang namanya belajar. Untuk mengerti atau memahami dibutuhkan jalan panjang berliku dan tidak mudah. Jalan pintas malah bisa menyesatkan atau merugikan. Jadi, kita perlu aktif  berpartisipasi dalam proses pembelajaran sehingga kegiatan belajar menjadi efektif bahkan terukur.

Kita sering berfikir bahwa untuk memperoleh hasil yang terbaik dalam belajar adalah dengan melakukan kegiatan seperti menyimak dan memperhatikan pelajaran saat di kelas, rajin membaca, tidak menunda-nunda penyelesaian tugas, belajar di tempat yang tenang dan nyaman, aktif bertanya, ikut bimbingan belajar atau mengundang guru ke rumah.

Berdasarkan riset psikologi yang dilakukan oleh Dr. Nate Kornell dari UCLA, ada tiga cara belajar paling efektif yang mungkin dapat diterapkan.

1. Bagilah subjek-subjekmu dan pelajari bergantian

Meski awalnya terasa tidak efektif, membagi-bagi subjek yang ada dan mempelajari sebagian dari bagian yang berbeda terbukti mampu memberikan hasil efektif. Misalnya pada 15 menit pertama belajar biologi, lalu 15 menit berikutnya fisika, setelah itu 15 menit untuk matematika.

2. Tes dirimu sendiri

Coba tanyakan pada dirimu sendiri tentang materi-materi yang telah kamu pelajari. Mengetes diri sendiri memiliki dua keuntungan. Pertama, karena prosesnya yang mengambil ingatan dari pikiran, hal ini dapat meningkatkan kemampuan mengingat. Kedua, mengetes diri sendiri dapat menguji apakah cara belajar kamu sudah efektif atau tidak. Kamu dapat mengidentifikasi dan memperbaiki kelemahan kamu sebelum terlambat.
Tapi ada satu syarat, mengetes diri sendiri tidak akan berhasil kalau kamu lakukan ketika kamu baru saja selesai belajar. Itu tidak mengasah daya ingatmu tetapi membuatmu sombong.

3. Ambil kesimpulan dan integrasikan

Setelah keluar dari kelas atau membaca satu bab buku, ambil kesimpulan-kesimpulan penting, dan pikirkan bagaimana kesimpulan-kesimpulan tersebut berhubungan dengan keseluruhan topik dan pengalaman pribadi. Proses itu dikenal sebagai integrasi pengetahuan, sangat bermanfaat untuk memperkuat daya ingat dan mengimplementasikan pengetahuan pada kejadian nyata. Agar lebih mengefektifkan teknik tersebut, kamu bisa memberitahukan atau mengajarkan orang lain tentang apa yang telah kamu pelajari. Menerangkan kesimpulan-kesimpulanmu memerlukan integrasi dan kemampuan meringkas dan itu adalah cara terbaik untuk mengecek kelemahan-kelemahan dalam pengetahuan yang kamu miliki.

Refrensi: http://stp.dkp.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=340:belajar-efektif&catid=74:motivasi&Itemid=113

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Peraturan Sekolah Yang Harus Ada

Posted by freyera on May 25, 2010

PENGARUH MOTIVASI DAN DISIPLIN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT PROGRAM PRODUKTIF SISWA

Peraturan di sekolah zaman sekarang sangat berpengaruh sekali perannya dalam kehidupan siswa-siswi di sekolah, membentuk watak seperti apakah siswa-siswi nantinya. Semakin banyaknya peraturan sekolah yang ada maka semakin ketat pula larangan-larangan yang harus dihindari oleh banyak siswa-siswi di sekolah. Dalam pembentukan karakter peraturan di sekolah pun haruslah yang penting-penting saja, dalam hal ini dimaksudkan bahwa peraturan yang benar-benar bias menunjang pertumbuhan (perkembangan) watak seorang siswa siswi di sekolah. Peraturan-peraturan di sekolah harus bisa mencangkup Disiplin, Ketertiban, Pelanggaran, dan Hukuman. Hukuman juga berperan penting pula dalam pembentukan watak siswa-siswi, hal ini disebabkan semakin berat hukuman yang diberikan maka dapat memberikan efek jera pada siswa-siswi sehingga membuat siswa-siswi tersebut menjadi tidak ingin melakukan kesalahan dalam melanggar aturan tersebut.

DISIPLIN

Disiplin sangat diperlukan oleh siapapun dan dimanapun. Manusia memerlukan disiplin dalam hidupnya terutama untuk kelancaran dalam pencapaian tujuan yang dihendaki, sehingga manusia mustahil hidup tanpa disiplin. Jadi disiplin berperan penting dalam membentuk individu yang berciri keunggulan. Apabila dikaitkan dengan dunia pendidikan, disiplin sangat diperlukan terutama dalam kelancaran proses belajar mengajar. Tulus Tu’u mengemukakan beberapa alasan tentang pentingnya disiplin dalam belajar, yaitu:

1. Dengan disiplin yang muncul karena kesadaran diri, siswa diharapkan dapat berhasil dalam belajarnya. Sebaliknya siswa yang kerapkali melanggar ketentuan sekolah pada umumnya terhambat optimalisasi potensi dan prestasinya.

2. Tanpa disiplin yang baik, suasana sekolah dan kelas, menjadi kurang kondusif bagi kegiatan pembelajaran. Secara positif, disiplin memberi dukungan lingkungan yang tenang dan tertib bagi proses pembelajaran.

3. Orang tua senantiasa berharap di sekolah agar anak-anak dibiasakan dengan norma-norma, nilai kehidupan dan disiplin, sehingga diharapkan anak-anak dapat menjadi individu yang tertib, teratur dan disiplin.

4. Disiplin merupakan jalan bagi siswa untuk sukses dalam belajar dan pada saat masuk dalam dunia kerja. Kesadaran pentingnya norma, aturan, kepatuhan dan ketaatan merupakan prasyarat kesuksesan seseorang Tumbuhnya sikap disiplin bukan merupakan peristiwa mendadak yang tiba-tiba saja terjadi. Disiplin pada diri seseorang tidak dapat tumbuh tanpa adanya campur tangan dari pendidik dan itupun perlu dilakukan secara bertahap sedikit demi sedikit. Penanaman disiplin yang dimulai dari kecil pada lingkungan keluarga seperti bangun pagi, merapikan tempat tidur dan mandi mempunyai dampak yang sangat besar pada saat anak mulai keluar dengan tingkat disiplin yang lebih keras dan kaku. Disiplin terjadi dan terbentuk sebagai hasil dari dampak proses pembinaan cukup panjang yang dilakukan sejak dari keluarga dan berlanjut dalam pendidikan di sekolah sebagai tempat penting bagi pengembangan disiplin seseorang.

Penerapan disiplin di sekolah sangat terlihat jelas dan tegas, hal ini terlihat pada tata tertib yang diberlakukan dan disertai dengan sanksi-sanksi pada setiap pelanggaran tata tertib. Peraturan yang ada di sekolah berlaku untuk guru dan siswa kemudian dipatuhi secara konsisten dan konsekuen.

Tata tertib yang dibuat antara guru dan siswa atas kesepakatan bersama akan membuat siswa merasa bahwa tata tertib tersebut bukan suatu paksaan dari pihak lain tetapi suatu janji dari diri sendiri, sehingga siswa lebih mudah untuk menerima dan mematuhi tata tertib tersebut. Jadi tata tertib yang dirancang dan dipatuhi dengan baik akan memberi pengaruh bagi terciptanya sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang kondusif bagi kegiatan belajar mengajar.

Ada 4 faktor dominan yang mempengaruhi dan membentuk disiplin, yaitu:

1. Kesadaran diri.

Merupakan pemahaman diri bahwa disiplin dianggap penting sebagai kebaikan dan keberhasilan diri, selain itu kesadaran diri menjadi motif yang sangat berpengaruh bagi terwujudnya disiplin.

2. Pengikutan dan ketaatan.

Sebagai langkah penerapan dan praktik atas peraturan yang mengatur perilaku individu. Hal ini sebagai kelanjutan dari adanya kesadaran diri yang dihasilkan oleh kemampuan dan kemauan diri yang kuat. Tekanan dari luar dirinya sebagai upaya mendorong, menekan dan memaksa agar disiplin diterapkan dalam diri seseorang sehingga peraturan-peraturan dapat diikuti dan dipraktikkan.

3. Alat pendidikan.

Sebagai sarana untuk mempengaruhi, mengubah, membina dan membentuk perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai yang ditentukan.

4. Hukuman.

Sebagai upaya untuk menyadarkan, mengoreksi dan meluruskan yang salah sehingga orang kembali pada perilaku yang sesuai dengan harapan (Tulus Tu`u, 2004: 48).

Dari keempat faktor disiplin diatas yang memegang peranan yang sangat penting adalah kesadaran diri, dimana disiplin tersebut harus benar-benar berasal dari pemahaman diri akan pentingnya disiplin yang akan berdampak positif bagi kelancaran dalam menuju keberhasilan cita-citanya. Kesadaran diri ini terwujud dalam kegigihan dan kerja keras untuk menunjang peningkatan dan pengembangan prestasi yang positif.

Disiplin dalam belajar bagi siswa merupakan keharusan bagi siswa yang ingin memperoleh prestasi belajar yang memuaskan. Disiplin belajar kaitannya dengan ketertiban dalam melakukan aktivitas siswa, dimana siswa diharapkan dapat mengerahkan energinya untuk belajar secara kontinu, melakukan belajar dengan kesungguhan dan tidak membiarkan waktu luang serta patuh terhadap peraturan yang ada di lingkungan belajar.

Selain empat faktor disiplin yang dominan, masih ada beberapa faktor lain yang berpengaruh pada pembentukan disiplin individu, yaitu:

1. Teladan.

Perbuatan dan tindakan kerapkali lebih besar pengaruhnya dibandingkan dengan kata-kata. Dalam hal ini siswa lebih mudah meniru apa yang mereka lihat (dianggap baik dan patut ditiru) daripada dengan apa yang mereka dengar. Lagi pula, hidup manusia banyak dipengaruhi peniruan-peniruan terhadap apa yang dianggap baik dan patut ditiru.

2. Lingkungan berdisiplin.

Lingkungan sangat besar pengaruhnya. Apabila berada di lingkungan yang berdisiplin, seseorang dapat terbawa oleh lingkungan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa manusia mampu beradaptasi dengan lingkungannya sehingga dapat mempertahankan hidupnya.

3. Latihan berdisiplin.

Disiplin dapat dicapai dan dibentuk melalui proses latihan dan kebiasaan, artinya dengan melakukan disiplin secara berulang-ulang dan membiasakannya dalam praktik disiplin sehari-hari yang menjadi suatu kebiasaan yang tidak dapat ditinggalkan. Dengan latihan dan membiasakan diri, disiplin tidak akan menjadi suatu beban yang dirasa sangat memberatkan bagi siswa terutama dalam melaksanakan segala kegiatan yang berhubungan dengan belajar (Tulus Tu`u, 2004: 49).

Disiplin individu diatas merupakan disiplin yang berasal dari dalam diri siswa dimana semua siswa diberi kesempatan untuk melakukan apa saja yang dikehendaki dengan melihat keadaan disekelilingnya dan pada akhirnya siswa dapat menentukan suatu perilaku yang berarti bagi dirinya dalam hal pencapaian prestasi yang lebih baik.

Disiplin belajar merupakan ketaatan peserta didik terhadap peraturan-peraturan yang ditetapkan di lingkungan belajar antaralain:

1. Disiplin dalam mematuhi peraturan sekolah.

Patokan-patokan standar yang harus dipenuhi oleh siswa meliputi hal-hal yang ada di lingkungan sekolah pada umumnya dan yang ada di kelas, khususnya dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar baik peraturan sekolah maupun peraturan di dalam kelas.

2. Disiplin dalam mengikuti pelajaran.

Didalam pengelolaan pengajaran, disiplin merupakan suatu masalah penting. Tanpa adanya kesadaran akan keharusan melaksanakan aturan yang sudah ditentukan sebelumnya, pengajaran tidak mungkin dapat mencapai target maksimal.

3. Disiplin dalam diri siswa.

Semua siswa diberi kesempatan untuk melakukan apa yang dikehendaki dalam lingkungannya dengan memperhatikan peraturan dan manfaat dari kegiatan yang dilakukan sehingga siswa dapat menentukan suatu perilaku yang berarti bagi dirinya (Suharsimi Arikunto,1990:129-140).

Disiplin sangat penting dan dibutuhkan oleh setiap siswa. Disiplin menjadi prasyarat bagi pembentukan sikap, perilaku dan tata kehidupan berdisiplin yang akan mengantar siswa untuk sukses dalam belajar dan juga dalam dunia kerja nantinya. Dari pernyataan diatas ada beberapa fungsi disiplin, yaitu:

1. Menata kehidupan bersama.

Manusia adalah makluk unik yang memiliki ciri, sifat, kepribadian, latar belakang dan pola pikir yang berbeda-beda. Selain sebagai makluk individu juga sebagai makluk sosial yang selalu berhubungan dengan orang lain. Dalam hubungan tersebut diperlukan adanya norma, nilai dan peraturan untuk mengatur agar kehidupan dan kegiatannya dapat berjalan baik dan lancar.

2. Membangun kepribadian.

Pertumbuhan kepribadian seseorang biasanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan keluarga, lingkungan pergaulan, lingkungan masyarakat dan lingkungan sekolah. Oleh karena itu, dengan disiplin, seseorang dibiasakan mengikuti, mematuhi dan menaati peraturan-peraturan yang berlaku. Lingkungan yang berdisiplin baik, sangat berpengaruh terhadap kepribadian seseorang. Apalagi seorang siswa yang sedang tumbuh kepribadiannya, tentu lingkungan sekolah yang tenang dan tenteram sangat berperan dalam membangun kepribadian yang baik.

3. Melatih kepribadian.

Sikap, perilaku dan pola kehidupan yang baik dan berdisiplin tidak terbentuk serta merta dalam waktu yang singkat, namun terbentuk dari suatu proses yang membutuhkan waktu yang panjang dan terus dilakukan latihan, pembiasaan diri, mencoba, berusaha dengan gigih bahkan disertai dengan tempaan yang keras.

4. Pemaksaan.

Disiplin dapat berfungsi sebagai pemaksaan kepada seseorang untuk mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku di lingkungannya. Dari mula-mula karena paksaan, kini dilakukan karena kesadaran diri, menyentuh kalbunya dan merasakan disiplin sebagai kebutuhan dan kebiasaan. Disiplin bukan hanya soal mengikuti dan menaati peraturan, melainkan sudah meningkat menjadi disiplin berpikir yang mengatur dan mempengaruhi seluruh aspek kehidupannya.

5. Hukuman.

Tata tertib sekolah biasanya berisi hal-hal positif yang harus dilakukan oleh siswa. Sisi lainnya berisi sanksi atau hukuman bagi yang melanggar tata tertib tersebut. Ancaman sanksi atau hukuman sangat penting karena dapat memberi dorongan dan kekuatan bagi siswa untuk menaati dan mematuhinya. Tanpa ancaman hukuman atau sanksi, dorongan ketaatan dan kepatuhan dapat melemah.

6. Mencipta lingkungan kondusif.

Peraturan sekolah yang dirancang dan diimplementasikan dengan baik, memberi pengaruh bagi terciptanya sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang kondusif untuk kegiatan belajar. Tanpa ketertiban, suasana kondusif bagi pembelajaran akan terganggu sehingga akan menghambat proses pencapaian prestasi belajar (Tulus Tu’u,2004:38)

Dalam mencapai suatu prestasi, siswa harus memiliki rasa disiplin yang tinggi khususnya disiplin individu yang dimulai dalam lingkungan kecil yaitu keluarga dan dibawa ke lingkungan yang lebih besar yaitu sekolah. Disiplin individu ini harus dilatih terus menerus yang pada akhirnya menjadi kebiasaan bukan suatu paksaan sehingga dapat memperlancar dalam mencapai suatu prestasi dan menuju kearah sikap yang lebih baik.

Refrensi: SKRIPSI OLEH RIRIS A.O MARPAUNG

Ada berbagai cara yang umum digunakan oleh orang tua untuk mendisiplinkan anak-anak dan remaja, antara lain :

1. Disiplin Otoriter

Disiplin Otoriter adalah bentuk disiplin yang tradisional yang berdasar pada ungkapan kuno “menghemat cambukan berarti memanjakan anak”. Pada model disiplin ini, orang tua atau pengasuh memberikan anak peraturan-peraturan dan anak harus mematuhinya. Tidak ada penjelasan pada anak mengapa ia harus mematuhi, dan anak tidak diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya tentang aturan itu. Anak harus mentaati peraturan itu, jika tidak mau dihukum. Biasanya hukuman yang diberikan pun agak kejam dan keras, karena dianggap merupakan cara terbaik agar anak tidak melakukan pelanggaran lagi di kemudian hari. Seringkali anak dianggap sudah benar-benar mengerti aturannya, dan ia dianggap sengaja melanggarnya, sehingga anak tidak perlu diberi kesempatan mengemukakan pendapatnya lagi. Jika anak melakukan sesuatu yang baik, hal ini juga dianggap tidak perlu diberi hadiah lagi, karena sudah merupakan kewajibannya. Pemberian hadiah malahan dipandang dapat mendorong anak untuk selalu mengharapkan adanya sogokan agar melakukan sesuatu yang diwajibkan masyarakat.

2. Disiplin yang lemah

Disiplin model ini biasanya timbul dan berkembang sebagai kelanjutan dari disiplin otoriter yang dialami orang dewasa saat ia anak-anak. Akibat dahulu ia tidak suka diperlakukan dengan model disiplin yang otoriter, maka ketika ia memiliki anak, di didiknya dengan cara yang sangat berlawanan. Menurut teknik disiplin ini, anak akan belajar bagaimana berperilaku dari setiap akibat perbuatannya itu sendiri. Dengan demikian anak tidak perlu diajarkan aturan-aturan, ia tidak perlu dihukum bila salah, namun juga tidak diberi hadiah bila berperilaku sosial yang baik. Saat ini bentuk disiplin ini mulai ditinggalkan karena tidak mengandung 3 unsur penting disiplin.

3. Disiplin Demokratis

Disiplin jenis ini, menekankan hak anak untuk mengetahui mengapa aturan-aturan dibuat dan memperoleh kesempatan mengemukakan pendapatnya sendiri bila ia menganggap bahwa peraturan itu tidak adil. Walaupun anak masih sangat muda, tetapi daripadanya tidak diharapkan kepatuhan yang buta. Diupayakan agar anak memang mengerti alasan adanya aturan-aturan itu, dan mengapa ia diharapkan mematuhinya. Hukuman atas pelanggaran yang dilakukan, disesuaikan dengan tingkat kesalahan, dan tidak lagi dengan cara hukuman fisik. Sedangkan perilaku sosial yang baik dan sesuai dengan harapan, dihargai terutama dengan pemberian pengakuan sosial dan pujian.

Refrensi: http://www.the-az.com

Hukuman adalah vonis dari pengadilan terhadap seseorang yang terbukti bersalah (Purwadarminta, kamus umum bahasa Indonesia:1991). Pembentukan disiplin diri merupakan suatu proses yang harus dimulai sejak masa kanak-kanak. Oleh karena itu pendidikan disiplin pertama-tama sudah dimulai dari keluarga (orang tua). Dalam kehidupan masyarakat secara umum, metode yang paling sering digunakan untuk mendisiplinkan warganya adalah dengan pemberian hukuman.

Hal yang sama dilakukan juga oleh sebagian besar orang tua ataupun guru dalam mendidik anak-anak atau muridnya. Kerugiannya adalah disiplin yang tercipta merupakan disiplin jangka pendek, artinya anak hanya menurutinya sebagai tuntutan sesaat, sehingga seringkali tidak tercipta disiplin diri pada mereka. Hal tersebut disebabkan karena dengan hukuman anak lebih banyak mengingat hal-hal negatif yang tidak boleh dilakukan, daripada hal-hal positif yang seharusnya dilakukan.

Dampak lain dari penggunaan hukuman adalah perasaan tidak nyaman pada anak karena harus menanggung hukuman yang diberikan orang tuanya jika ia melanggar batasan yang ditetapkan. Tidak mengherankan jika banyak anak memiliki persepsi bahwa disiplin itu adalah identik dengan penderitaan. Persepsi tersebut bukan hanya terjadi pada anak-anak tetapi juga seringkali dialami oleh orang tua mereka. Akibatnya tidak sedikit orang tua membiarkan anak-anak “bahagia” tanpa disiplin. Tentu saja hal ini merupakan suatu kekeliruan besar, karena di masa-masa perkembangan berikutnya maka individu tersebut akan mengalami berbagai masalah dan kebingungan karena tidak mengenal aturan bagi dirinya sendiri.

Refrensi: http://www.the-az.com

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

“+.+ PIKA +.+”

Posted by freyera on January 27, 2010

Pika merupakan sekolah dimana sekolahan tersebut merupakan sekolah perkayuan yang terdapat di jalan imam bonjol, atau yang lebih tepatnya dekat dengan stasiun Poncol. Pika adalah sekolah perkayuan yang mengajarkan segala sesuatunya berhubungan dengan kayu tiap-tiap bahan pembelajarannya berhubungan dengan kayu atau yang nantinya akan di pakai oleh siswa pada saat siswa tersebut dikirimkan ke dunia industry misalnya saja belajar mengenai menggambar tehnik bagaimana cara menggambar perabot yang benar di sini siswa biasanya di ajari dasarnya terlebih dahulu seperti menggambar dengan manual belum menggunakan computer, biasanya siswa akan belajar menggambar tehnik dengan manual pada saat siswa tersebut menduduki kelas 1-3 SMTIK lalu pada saat siswa tersebut menduduki kelas 4 maka siswa akan belajar menggambar tehnik dengan menggunakan computer; selain menggambar tehnik siswa juga di ajari bagaimana cara mempraktekan pembuatan perabot tersebut dalam praktek juga masih dibagi pula dalam system praktek, pada praktek kelas 1 biasanya di pisah prakteknya sedangkan kelas 2 dan kelas 3 digabung bahkan dalam system pembelajarannya pun berbeda, pada saat kelas 1 siswa PIKA pada saat praktek biasanya menggunakan alat-alat manual dan biasanya siswa hanya di ajari dasar-dasarnya seperti cara pembuatan konstruksi pada kayu yang umumnya dipakai, berbeda halnya dengan kelas 2 jika kelas 2 siswa sudah diperbolehkan menggunakan mesin tangan dan manual pula ( Semi Manual ) dan terkadang dalam pembuatan barang perabot biasanya siswa dijadikan team ( 1 team biasanya berisikan 2-3 orang ) dan perabot yang dibuat biasanya tidak terlalu besar. Sama halnya dengan kelas 3 jika kelas 3 siswa sudah menggunakan full mesin hall ini disebabkan karena pada saat kenaikan kelas 3 ke kelas 4 maka siswa kelas 4 sudah siap diterjunkan ke dunia industry. Di PIKA tidak hanya diajarkan tentang praktek saja melainkan pelajaran yang lain juga teori yang berhubungan dengan kayu pula. Misalnya tentang penghitungan dolog kayu

Posted in Uncategorized | Tagged: | Leave a Comment »

MERCEDES-BENZ E 63 AMG The Powerfull E-Class

Posted by freyera on December 13, 2009

Drivers…. Catatlah. Ini bukan E-Class biasa! E 63 bertenaga 525dk ini adalah hasil kolaborasi terkini antara Mercedes-Benz dan AMG. Bukan hanya mengandalkan performa semata, proyek ini menghasilkan saloon dengan 2 karateristik.

Walaupun sang pendatang baru terlihat dan terasa setiap detail pembaharuannya seperti saloon eksekutif, E 63 juga memiliki dark side.

Inti dari kendaraan ini adalah mesin 6.300 cc V8. Menghasilkan nada yang tidak akan pernah membuat anda bosan, dapur pacu ini mampu mengantarkan torsi dahsyat 630 Nm.

Ini berarti akselerasi 0-100 km/jam hanya membutuhkan waktu 4,5 detik saja, walaupun mobil berbobot 1.840 kg. Begitu besarnya tenaga ini sehingga di test track , E 63 tidak berhenti menarik badan ke bangku hingga spidometer menyentuh limiter pada 250 km/jam.

E-Class garapan AMG ini dilengkapi dengan girboks otomatis 7-speed denagn 4 mode pilihan: Controlled Efficiency, perpindahan gigi terjadi dalam 250 milidetik secara halus pada putaran rendah. Tapi jika anda memilih mode Sport plus, perpindahan terjadi secepat 100 milidetik pada redline.

Terdapat pula tiga pilihan pengaturan suspense. Ditambah lagi, anda dapat memilih secara spesifik peningkatan paket performa, termasuk Electronic Limited-Slip Differntial dan per yang lebih kaku. Rem karbon keramik AMG pun bisa didapat secara optional.

Namun E 63 tidak selalu mengenai akselerasi straight-line. AMG telah menghabiskan banyak waktu untuk memastikan E-Class ini memiliki handling akurat. Postur rendah, bobot ringan dan suspense lebih kaku membuat Mercy berpenggerak belakang ini melekat erat di jalan. Paket suspensinya sendiri merupakan gabungan per baja di depan dan air spring di belakang.

Kemudinya sedikit lembut, namun tetap sangat memadai. Yang terbaik dari E 63 AMG adalah kemampuan beradaptasi, karena terdapat setting untuk semua situasi pengendaraan. Dan hal ini tentu saja tak ada yang murah untuk semua yang bisa anda rasakan ini. Meski berharga mulai Rp 1,26 miliar, tenaga melimpah, handling, dan kenyamanan yang diberikan membuat anda perlu memberikan aplaus untuk model AMG terbaru ini.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

HYUNDAI i20 Compact Hatchback Diesel

Posted by freyera on December 13, 2009

Sebuah era baru mesin diesel di Tanah Air. Teknologi common-rail pada mesin diesel kini telah mampu meminimum solar biasa. Sebutlah Kijang Inova, Chevrolet Captiva dan Ford Focus. Produsen asal Korea pun melakukan terobosan berani, dengan menghadirkan Hyundai i20 bermesin diesel.

i20 CRDi menjadikan Hyundai sebagai satu-satunya compact hatchback yang mengungsung mesin diesel canggih. Sebab dikembangkan di Eropa, i20 hanya dipersenjatai mesin berkapasitas 1.400 cc. tapi Variable Geomatric Turbocharged (VGT) dilengkapi intercooler menjadi kelengkapan standart. Sehingga mampu menghasilkan torsi 225 Nm sejak 1.750 rpm. Tenaga maksimal 90 dk telah diraih pada 4000 rpm.

Bobot sekitar 1,2 ton dan torsi sebesar 225 Nm, diprediksi kemampuan akselerasinya cukup memukau. Apalagi versi CRDi hanya menyediakan pilihan transmisi manual 5-speed. Alhasil, tenaga mesin dapat tersalur optimal di kedua roda depan i20. Menariknya, aura Eropa turut hadir pada posisi gigi mundur di tuas perseneling yang di tempatkan di sebelah kiri gear 1.

Duduk di dalamnya, desain jok terasa pas dan mampu mendekap tubuh dengan baik. Kesan lapang lumayan terasa hingga di bangku belakang, terutama pada ruang kaki penumpang. Seatbelt dan headrest tersedia untuk seluruh penumpang i20. Posisi setir terasa mantap, karena dapat diatur secara tilt dan telescopic.

Desain dasbor simetris terlihat dari posisi lubang AC dan konsol tengah. Tapi layar mungil di tengah, mampu menyediakan beragam informasi seperti jarak tempuh, konsumsi bbm, suhu luar dan lainnya. Headunit terintergrasi pun telah mampu memutar keeping CD dalam format MP3, dan dilengkapi auxillary untuk berkoneksi dengan i-POD. Tombol pengaturan di lingkar kemudi pun tersedia.

Paling menarik, tentu hadir pada eksterior i20 yang kini tampil modern. V-shape di depan dan belakang dipadu pelek alloy 16 inci, terlihat begitu dramatis dan terkonsep dengan rapi. “Last but not least”, harga yang ditawarkan menjadi berita sedap lainnya. Mesin diesel berteknologi tinggi ini dijual Rp195 juta. Berita kurang sedapnya, Anda harus sabar menunggu lantaran unit dalam paket CBU masih dalam proses pengiriman.

And this is it The Hyundai i20

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

VOLKSWAGEN GOLF GTD Fast and Smart

Posted by freyera on December 13, 2009

Inilah Golf GTI dengan konsumsi bbm 22 km/l! Belakangan ini, seorang pengemudi hot hatch pun harus memikirkan ongkos perjalannya. Meski Golf GTI terbaru sudah sangat irit, Volkswagen tetap memperkenalkan Golf kencang bermesin diesel.

Sebutannya GTD, Golf yang satu ini menawarkan tenaga 168 dk dari dapur pacu diesel berkapasitas 2.000cc. Tentu dengan setelan suspense dan bodykit serupa GTI. Di kelasnya, Golf GTD akan bertarung dengan sesame penenggak solar seperti SEAT Leon FR TDI dan Skoda Octavia vRS TDI yang telah lebih dulu hadir di pasaran.

Sayangnya meski hemat, GTD tetap mahal. Harga termurah di buka di Rp 393,3 juta untuk model 3-pintu, sementara Gof GTI bensin hanya lebih mahal 9 juta . Apakah ia cukup atraktif untuk menggoda calon pembeli beralih ke versi diesel?

Emblem GTD memang kurang familier, namun bila menoleh decade 1980-an, pabrikan asal Jerman ini pernah menawarkan mesin1.600 cc turbodiesel berbaju Golf GTI MkII, Dan kini, Vokswagen berusaha sangan keras untuk menjadikan GTD tampil menjadi dirinya sendiri. Perubahan utamanya adalah penambahan trim silver pada gril bermotif honeycomb, untuk membedakan dari strip merah khas GTI. Selebihnya bumper depan tampak sama, begitu pula moncong knalpot ganda di sisi yang sama dengan GTI.

Pelek 17 inci baru atau opsi tambahan berukuran 18 inci, berikut emblem GTD melengkapi perbedaanya. Golf yang satu ini kurang pantas di sebut hot hatch sejati, terutama dengan model 5-pintu.

Di balik bonnet, mesin turbodiesel common-railnya bekerja dengan sangat halus. Tenaga 168 dk hanya terpaut 39 dk dari GTI yang melecutkan 207dk. Meski begitu, mesin ini mampu melimpahkan torsi 350 Nm di rentang 1.750-2.500 rpm, bandingkan dengan GTI yang hanya 280 Nm. Sprint 0-100 km/jam pun bisa diselesaikan dalam 8,1 detik (lebih lambat sedetik dari GTI), dan top speed-nya mencapai 222 km/jam (GTI 240 km/jam)

The video is explain about the interior in Volkswagen Golf GTD

And this one is explain about te exterior of Volkswagen Golf GTD

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

KIA SOUL Soul give the new life

Posted by freyera on December 13, 2009

Setelah mendarat di Indonesia, Soul pun menjadi harapan baru bagi Kia untuk mendongkrak reputasi sebagai pembuat mobil penumpang yang berkualitas. Tapi bisakah Soul member efek berarti untuk menjadi back bone bagi PT KIA Mobil Indonesia? Sekaligus menjadi penantang bagi sang penguasa pasar Suzuki SX4 X-Over.

Kini arahkan mata anda pada mobil ini. Soul terlihat unik sekaligus funky. Dengan bentuk yang mengotak tapi membulat di hamper semua ujungnya, desainnya memang tidak masuk selera semua orang. Tapi detail versi CBU ini tampak rapi. Lihat saja lampu depan dengan desain tiga reflector yang unik. Lalu sepatbor menonjol dan pilar berkelir hitam.

Bagi target pembelinya yakni kaum muda, selain bentuk eksterior yang mengundang mata memandang, interior crossover 5 seater ini juga stylish. Seperti pelapis jok dengan tulisan Soul yang memancar berkat penggunaan flourecent. Begitu pula pelapis dalam laci dasbor dan aksen pada dasbor yang berwarna merah.

Posisi mengemudinya cukup tinggi dengan jok yang menopang badan serta pengatur ketinggian. Setirnya yang tebal juga mantap digenggam. Soul ini juga dilengkapi dengan pengatur audio di setir serta airbag bagi pengemudi. Fitur safety lainnya adalah rem ABS+EBD dan 5 headrest serta control pengendalian.

Dengan panjang 4.105mm, lebar 1.785mm dan tinggi 1.610mm, interiornya cukup lapang. Ruang kaki dan kepala di bangku belakang cukup berlimpah. Tersedia ruang bagasi cukup besar meskipun sandaran bangku belakang cukup tegak. Diprediksi saat dijual nanti, bagasinya telah dilengkapi partisi. Sehingga ketika sandaran bangku belakang yang terbagi 60:40 direbahkan, akan tersedia lantai rata. Sayang pintu bagasi tidak terlalu lebar dan aksesnya terbatas.

Saat beraksi di jalan, unit tes ini dilengkapi ban lebar yang bukan standartnya sehingga pengendaliannya menjadi begitu tajam. Nantinya Soul akan dilengkapi ban berukuran 195/65 R15 yang dipadu dengan pelek alloy. Bodinya tetap tenang walaupun melahap tikungan cepat. Fitur anti-skid juga membantunya tetap stabil bermanuver.

Sementara suspensinya cukup baik meredam gelombang jalan. Kabinnya cukup hening walau melaju di kecepatan tinggi. Tapi setir dengan system EPS (Electronic Power Steering) membuatnya begitu ringan dan minim feedback. Seperti yang terjadi pada Picanto, sedikit menginjak pedal rem bodi moil langsung menukik.

Mesin 1.5921 cc 4 silinder CVVT bertenaga 122dk dan berpenggerak roda depan, mampu member akselerasi cukup cepat. Perpindahan gigi transmisi otomatis 5-speed juga terasa cukup halus. Menurut KIA, Soul dapat menggunakan bbm premium maupun pertamax dengan figure klaim untuk konsumsi bbm 17,5 km/liter dan kapasitas tangki 48 liter.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

NISSAN EV PROTOTYPE Boom-boom car show on the street

Posted by freyera on December 13, 2009

Pernahkah anda mengendarai boom-boom car sampai kecepatan 120 km/jam? Namun tentu saja bukan boom-boom car di taman hiburan, tapi tepatnya merasakan sensasi ala boom-boom car pada kecepatan tinggi.

Pengalaman ini dapat anda rasakan saat mencoba prototype mobil elektrik Nissan di fasilitas test track Nissan Grand Drive di Oppama, Jepang. Dengan ‘bungkus’ bodi Nissan Tiida, prototype ini dibuat untuk menggambarkan driving experience LEAF, electric vehicle Nissan yang akan dipasarkan akhir 2010 di Jepang.

Dari luar, sosok Nissan EV-12 takubahnya Tiida biasa dengan kombinasi warna aneh khas mobil tes. Namun jika diperhatikan ada beberapa perbedaan detail, seperti baut roda yang berjumlah 5 buah, dan moncong tanpa gril penyalur udara segar ke radiator.

Demikian pula interior hatchback setir kiri ini yang sama dengan Tiida. Perbedaan baru kelihatan pada tuas transmisi yang hanya berupa toggle mungil dengan gerakan mirip tombol Playstation, tombol rem parker elektrik, dan panel instrument yang tak memiliki takometer di dalam cluster-nya.

Saat duduk di dalamnya, langsung terasa suasana khas mobil elektrik. Semua masih hening, tanpa getaran atau bunyi mesin stationer, tapi kabin EV ini sudah dingin karena AC-nya tetap hidup. Selanjtnya, engineer Nissan yang mendampingi kami menjelaskan urut-urutan prosedur untuk menjalankan hatchback elektrik ini.

Pertama-tama injak rem, lalu diikuti dengan membebaskan electric parking brake. “Sekarang geser tuas transmisi ini ke kiri dank e bawah sampai lampu indicator ‘D’ di dasbor menyala, “ Mobil pun mulai bergerak perlahan dengan hening, melalui jalur yang dibuat dengan deretan kun.

Ketika sampai di arena test track yang berupa lintasan lurus, kami dipersilahkan untuk melaju cepat. Tanpa buang waktu, pedal akselerator yang berfungsi seperti potensiometer pun diinjak. “Zzzzzzzziinnng….!!!” Mobil langsung melesat kencang tanpa suara seperti boom-boom car.

Jangan remehkan performa mobil elektrik ini. Akselerasi yang kami rasakan sebanding dengan Grand Livina 1.8 manual, namun tanpa jeda perpindahan gigi. Dan tak terasa jalur lurus di tek sudah habis. Di luar ‘mesin’nya yang hening, EV ini terasa seperti mobil biasa. Baik handling, pengereman, maupun bantingannya suspensinya. Karena memang demikianlah mobil ini dirancang. Meski memiliki platform khusus yang memiliki tempat baterai di bagian bawah, EV dibuat agar masih mampu menyajikan kesan berkendara leyaknya mobil biasa. Sebuah mobil ‘biasa’ yang tidak biasa.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Hello world!

Posted by freyera on August 29, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 2 Comments »